Category: Klaten

  • Kuliner Klaten

    Kuliner Klaten

      SRABI NOTOKUSUMAN Pasti bagi anda pencinta jajanan kue khas tradisonal tidak asing lagi dengan Serabi Notosuman “Ny. Handayani” yang sudah terkenal sejak lama dari tahun 1923. Kue ini sebenarnya merupakan jajanan khas kota solo yang masih berkembang hingga sekarang bahkan sampai di Klaten. Kue ini sudah turun temurun dan antar generasi yang enak cocok…

  • Kerajinan Klaten

    Kerajinan Klaten

        GERABAH MELIKAN Kerajinan gerabah dengan seni putaran miring yang telah dikerjakan ±300 tahun silam oleh penduduk Desa Pagerjurang Kecamatan Wedi ini merupakan satu-satunya di dunia, teknik ini  menjaga budaya sopan santun agar kakinya tidak mbegagah karena kebanyakan pengrajinnya wanita.     BATIK JARUM Sejak jaman Belanda Desa Jarum Kecamatan Bayat dikenal sebagai puast…

  • Mata Air Cokro

    Mata Air Cokro

      Obyek wisata Umbul Ingas atau Umbul Cokro yang menempati lahan seluas 15.000 meter persegi terletak di pinggir aliran Kali Busur di Kecamatan Tulung, Klaten. Satu hal yang membuat kawasan Obyek Wisata Mata Air Cokro Tulung sangat terkenal adalah konsep lokasi wisata yang tampak alami. Air jernih dan segar yang mengalir di sungai di dalam…

  • Wisata Ziarah

    Wisata Ziarah

        Kabupaten Klaten memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan wisata minat khusus berupa wisata ziarah. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut terdapat banyak makam dan tempat ritual lainnya yang banyak dikunjungi orang yang melakukan kegiatan ziarah, kegiatan religius dan kegiatan ritual lainnya. Potensi yang berupa makam tersebut tersebar di berbagai wilayah kecamatan/ desa di…

  • Upacara Syawalan di Desa Krakitan

    Upacara Syawalan di Desa Krakitan

      Upacara Syawalan di Desa Krakitan,  Kecamatan Bayat, Klaten, dimeriahkan dua gunungan ketupat. Gunungan ketupat pada puncak perayaan tradisi Syawalan tahun ini akan diperebutkan ribuan warga. Selain itu, panitia menyediakan sekitar 6.000 paket makanan berisi ketupat dengan lauk-pauknya. Paket makanan itu akan dibagikan kepada pengunjung yang memadati Bukit Sidoguro. Semua pengunjung akan dibagi paket makanan…

  • Upacara Ruwahan/ Jodangan

    Upacara Ruwahan/ Jodangan

      Tradisi Jodangan makam Sunan Bayat biasa digelar pada tanggal 27 Ruwah. Jodangan sendiri adalah tradisi kenduri sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan. Hidangan-hidangan kenduri yang diolah warga itu diarak menuju makam dengan menggunakan jodang. Karena itu tradisi ini, dan di banyak wilayah di Jawa, disebut Jodangan. Prosesi Jodangan biasa dimulai dari gapura pertama di…

  • Upacara Padusan

    Upacara Padusan

      (Desa Cokro, Kec. Tulung & Desa Jambean, Kec. Karanganom). Upacara Padusan ini biasanya dilakukan di obyek wisata Pemandian Jolotundo, Sumber Air Ingas, Ponggok, Lumban Tirto dan Tirto Mulyono sehari sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kegiatan ini didatangi oleh beribu-ribu pengunjung yang memiliki kepercayaan bahwa mereka harus mensucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa…

  • Upacara Bersih Desa Tanjungsari

    Upacara Bersih Desa Tanjungsari

      Upacara Bersih Desa Tanjungsari di Desa Dlimas adalah tradisi turun temurun yang rutin digelar masyarakat desa setempat setiap bulan Suro, penanggalan Jawa. Tradisi yang biasa digelar di sebuah bangsal bernama Sasana Kridha Budaya yang dibangun di dekat pohon Tanjung ini. Dari kisah yang diceritakan secara turun temurun kini tradisi Bersih Desa Dlimas masih lestari…

  • Upacara Bersih Sendang Sinongko

    Upacara Bersih Sendang Sinongko

      Sendang Sinongko terletak di Desa Pokak Kecamatan Ceper, sekitar 7 kilometer dari pusat Kabupaten Klaten, awal mula sejarah sendang ini adalah legenda yang menyebutkan terdapat suatu Kadipaten yang pusat pemerintahannya berada di Perdikan dan memiliki suatu sendang yang di pergunakan sebagai tempat bersuci atau pemandian. Wilayah kadipaten ini berbatasan di sebelah barat dengan Gunung…

  • Tari Sirnaning Angkoro

    Tari Sirnaning Angkoro

      Tari Sirnaning Angkoro merupakan tari yang menggambarkan watak satrio melawan watak angkoro, kebaikan melawan kejahatan, yang akhirnya dimenangkan oleh kebaikan. Kebaikan digambarkan oleh satrio madukoro Raden Arjuno ( orangnya bagus,  baik budi, jujur, murah senyum, tidak sombong, dan suka menabung,) sedangkan kejahatan digambarkan oleh Buto Cakil yang berwajah jelek, giginya mrongos, mulutnya berbau, telinganya…