Rondhe Kanthil & Sate Pisang Miroso

 

Udara malam yang dingin di Magelang, mengingatkan semangkuk wedang ronde yang legendaris untuk menghangatkan badan. Letaknya di daerah “Nanggulan” di sekitar SMA 3. Rumah sederhana typical daerah pecinan dengan spanduk “Ronde Miroso”. Suasananya masih sama, dengan beberapa meja kursi sederhana dan tempat meracik wedang beserta meja yang berisi banyak camilan. Ada lagi kue yang dibungkus daun, yang yang lebih dikenal dengan Nagasari yang terbuat dari Hun Kwee (tepung jagung) yang didalamnya berisi pisang manis raja. Aroma jahe yang mengepul dari dalam mangkok cukup tercium tajam. Didalamnya terdapat 5 butir bulatan moci yang berisi kacang, potongan kolang kaling dan taburan potongan kacang tanah. Cukup sederhana penyajiannya, dan rasa jahe dari wedang tersebut cukup menghangatkan badan. Bulatan Moci-nya pun cukup gurih. Yang tak kalah istimewa adalah Sate Pisang “Miroso”. Penampilan pisang yang dipotong-potong kotak-kotak kecil dan ditusuk dengan tusuk sate terbungkus lumuran bubur Hun Kwee dan santan yang gurih. Bubur tersebut melekat di sate pisangnya sehingga sate pisang tersebut berwarna putih namun masih tersisa dipiring lumuran-lumuran bubur Hun Kwee tersebut. Campuran gurihnya bubur Hun Kwee dan santan serta manisnya sate pisang itu sendiri. Terasa sate pisang yang cukup nyuuss.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *