Gethuk Gondok, Karet

 

Ada lagi getuk lain yang dikenal sebagai Getuk Gondok. Berbeda dengan Getuk Trio yang banyak dijual di toko dan pusat oleh-oleh, untuk mendapatkan penjual Getuk Gondok ini biasanya kita harus mendatangi ke pasar tradisional.  Getuk Gondok pertama dan paling enak adalah yang berada di kawasan Pasar Rejowinangun tepatnya di Jalan Mataram yaitu Toko Panorama tekstile dan Toko Mas Lompetan. Maka kemudian, ada pula yang menyebut getuk tersebut dengan nama Getuk Panorama atau Lompetan. Memang, di sanalah Getuk Gondok yang asli berada. Sebab hingga saat ini belum ada tempat lain yang menjual getuk tersebut. Kendati hanya berjualan di pasar tradisional dan berlokasi hanya di emperan jalan, tapi penggemar getuk yang satu ini cukup banyak. Ceritanya, dulu ada seorang pembeli yang tak sengaja menyebut getuk yang berbentuk bulat-bulat itu dengan sebutan getuk gondok. Mungkin karena penjualnya yang tidak lain nenek Sri Rahayu (penjual generasi pertama) yang menderita gondok. Sejak itu, getuk itu dikenal sebagai Getuk Gondok, penjualnya dikenal pula dengan nama Mbah Gondok. Sri Rahayu merupakan generasi ketiga Getuk Gondok. Namun demikian pembuatannya dipertahankan masih secara tradisional. Getuk yang dijamin pembuatnya tidak ada pengawet, tanpa sakarin atau pemanis buatan lainnya ini masih bertahan dengan system pasarkan secara mandiri. Harganya pun jauh dari mahal, sampai konsumen yang hanya membeli Rp 1.000 pun dilayani. Sedangkan dalam setiap dusnya dijual Rp 5.000 berisi 20 potong getuk yang terdiri dari empat macam ditambah Rolade dua potong dan Gondok dua potong.

 


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *