
Di dapur pembuatan tenun ini, saya menjumpai Rahmad sebagai pemilik bengkel tenun yang masih bertahan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Alasan yang memotivasi Rahmad bertahan menekuni cara lawas adalah perkara motif dan melestarikan budaya.
Jika ditilik dari segi budaya, motif lurik memiliki penempatan khusus yang berlaku di tatanan masyarakat Jawa. Seperti lurik dengan motif Tumbar Pecah atau yang dikenal dengan jarik. Lurik jenis ini biasa digunakan para ibu hamil setelah tujuh bulan (mitoni) supaya bayi lahir dengan mudah dan selamat. Juga ketan ireng, ketan salak, kijing miring, sodo sak ler, endok mi-mi, rinding dutung, dan motif lainnya yang masing-masing memiliki makna dalam pemakaiannya.

Leave a Reply