Tradisi Merti Dusun Betisan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ritual merti dusun di Desa Campur Rejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung dimulai dengan mengarak kepala desa dan istrinya yang dirias layaknya  sepasang   pengantin. Dalam arak-arak tersebut juga diikuti belasan gunungan hasil bumi dan sesaji. Arak-arakan dimulai dari tampal batas desa menuju sebuah petilasan keramat di Desa Campur Rejo. Petilasan tersebut dipercaya adalah petilasan seorang murid Pangeran Diponegoro yang mempunyai kesaktian luar biasa. Sesampainya di petilasan, kepala desa dan istrinya bersama sesupuh desa memanjatkan doa di depan petilasan dengan membawa sesaji dan membakar kemenyan. Selesai doa bersama  seluruh gunungan yang diarak diperebutkan oleh ribuan warga Desa Campur Rejo. Warga percaya apabila bisa mendapatkan isi gunungan akan diberi keberkahan dan keselamatan serta rejeki yang melimpah utamanya dalam panen tembakau. Ritual merti dusun adalah sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan keselamatan dan keberkahan dalam setahun belakang dan berharap  tahun  depan masyarakat juga bisa diberi keberkahan dan keselamatan dan dijauhkan dari mara bahaya. Ritual merti dusun adalah tradisi turun temurun setiap bulan Muharam.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *