Musik Gejog Lesung

 

Kesenian ini berawal dari perilaku para ibu-ibu di desa yang setelah selesai menumbuk padi, kemudian bermain kothekan dengan menggunakan alat penumbuk padi (ALU) yang dipukul-pukulkan pada tempat menumbuk padi (LESUNG: kayu panjang berlubang menyerupai sampan). Pukulan ALU pada LESUNG itu menimnbulkan bunyi bermacam-macam, diantaranya: Thok, Thek dan Dhung sehingga setelah secara spontan bunyi-bunyi tersebut diekplorasi dan suara tersebut dibunyikan secara bergantian menggunakan ritme atau irama yang pasti, menimbulkan perpaduan suara yang menarik yang kemudian dinamakan “Gejog Lesung”, kegiatan seperti ini banyak terdapat di pedesaan Gunungkidul.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *